Kandungan Zat Antioksidan xanthone pada obat herbal XAMthone plus menurut para ahli:
Menurut Dr. Sam Walters (Master dalam bidang biologi sains dengan spesialisasi nutrisi manusia)
Jika anda
memahami apa yang saya pahami, anda pasti membawa manggis kemanapun anda
pergi Jus manggis merupakan sesuatu yang lebih dari sekedar unik.
Apabila anda memahami apa yang saya pahami, anda pasti membawa manggis
kemanapun anda pergi. Antioksidan adalah kata kunci utama dalam
mencegah penyakit. Buah manggis memiliki begitu banyak khasiat.
Penelitian badan-badan pengobatan dunia menunjukan bahwa buah manggis
secara langsung menyembuhkan berbagai penyakit.Penelitian terbaru menemukan bahwa satu dari 4 rakyat amerika serikat mengidap kanker, dan 1 dari 5 orang akan meninggal pada usia dini. Solusi terbaik dari masalah ini adalah pencegahan.. Kami merawat banyak pengidap kanker di tempat kami. Kami mendetoksifikasi logam berat dengan buah manggis . Kulitnya mengandung xanthone penyembuh kanker payudara, kanker paru-paru, kanker perut , leukimia, dll.
Mayoritas
Pasien yang dirawat merupakan penderita stadium 4 keatas. Mereka hanya
punya waktu 6-8 minggu untuk hidup. Manggis mampu mengembalikan hidup
para pasien tersebut. Yang di perlukan tubuh bahan biologis, bukan
bahan-bahan kimiawi, bahan polutan, dan bahan tiruan. Salah satu solusi
yang dapat anda lakukan demi sistem kekebalan tubuh anda adalah
pencegahan, yakni dengan minum jus manggis.
Menurut Dr. Ir. Warid Ali Qosim, M.S.
Dosen Jurusan Budi Daya Pertanian dan Tim Ahli Divisi TTG Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) Unpad Bandung.
Kulit Buah Manggis Sebagai Antioksidan
ADA satu ungkapan yang sering dijumpai di masyarakat, “Biar hitam si buah manggis.” Ungkapan tersebut digunakan untuk menilai sesuatu jangan dilihat dari bentuk luarnya saja, tetapi lihatlah isinya. Begitu juga untuk menilai buah, jangan melihat kulit buah manggis yang berwarna cokelat hitam, tetapi daging buahnya yang berwarna putih, bertekstur halus, dan rasanya yang manis sekali bercampur asam sehingga menimbulkan rasa khas dan segar.
Buah
bernama Latin Garcinia mangostana L. ini termasuk famili Guttiferae dan
merupakan spesies terbaik dari genus Garcinia. Manggis termasuk buah
eksotik yang sangat digemari oleh konsumen, baik di dalam maupun luar
negeri, karena rasanya yang lezat, bentuk buah yang indah, dan tekstur
daging buah yang putih halus. Tidak jarang jika manggis mendapat julukan
Queen of tropical fruit (Ratunya Buah-buahan Tropik).
Pada
umumnya masyarakat memanfaatkan tanaman manggis karena buahnya yang
menyegarkan dan mengandung gula sakarosa, dekstrosa, dan levulosa.
Komposisi bagian buah yang dimakan per 100 gram meliputi 79,2 gram air,
0,5 gram protein, 19,8 gram karbohidrat, 0,3 gram serat, 11 mg kalsium,
17 mg fosfor, 0,9 mg besi, 14 IU vitamin A, 66 mg vitamin C, vitamin B
(tiamin) 0,09 mg, vitamin B2 (riboflavin) 0,06 mg, dan vitamin B5
(niasin) 0,1 mg. Kebanyakan buah manggis dikonsumsi dalam keadaan segar,
karena olahan awetannya kurang digemari oleh masyarakat.
Selain
buah, kulit buah manggis juga dimanfaatkan sebagai pewarna alami dan
bahan baku obat-obatan. Kulit buah mengandung senyawa Xanthone yang
meliputi mangostin, mangostenol, mangostinon A, mangostenon B,
trapezifolixanthone, tovophyllin B, alfa mangostin, beta mangostin,
garcinon B, mangostanol, flavonoid epicatechin, dan gartanin. Senyawa
tersebut sangat bermanfaat untuk kesehatan. Senyawa Xanthone tersebut
hanya dihasilkan dari genus Garcinia. Di luar negeri kulit buah manggis
sudah dibuat kapsul yang digunakan untuk suplemen diet, antioksidan,
dan antikanker.
Hasil
penelitian menunjukkan, ekstrak kulit manggis mempunyai aktivitas
melawan sel kanker meliputi breast, liver, dan leukemia. Selain itu,
juga digunakan untuk antihistamin, antiimpflamasi, menekan sistem saraf
pusat, dan tekanan darah, serta antiperadangan. Kulit buah juga
mengandung antosianin seperti cyanidin-3-sophoroside, dan
cyanidin-3-glucoside.
Senyawa
tersebut berperan penting pada pewarnaan kulit manggis. Kulit buahnya
mengandung senyawa pektin, tanin, dan resin yang dimanfaatkan untuk
menyamak kulit dan sebagai zat pewarna hitam untuk makanan dan industri
tekstil, sedangkan dan getah kuning dimanfaatkan sebagai bahan baku cat
dan insektisida.Efek biologi & farmakologi
Rebusan
kulit buah manggis mempunyai efek antidiare. Buah manggis muda memiliki
efek speriniostatik dan spermisida. Ekstrak (n-heksana dan etanol)
manggis memiliki tingkat ketoksikan tertentu pada penggunaan metode uji
Brine Schrimp Test (BST). Dari hasil penelitian dilaporkan bahwa alfa
mangostin (1,3,6-trihidroksi-7-metoksi-2,8-bis
(3metil-2-butenil)-9H-xanten-9-on) hasil isolasi dari kulit buah manggis
mempunyai aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.Untuk pemesanan klik Pesan Sekarang
Dari
hasil studi farmakologi dan biokimia dapat diketahui bahwa alfa
mangostin secara kompetitif menghambat tidak hanya reseptor histamin H,
mediator kontraksi otot lunak tetapi juga epiramin yang membangun
tempat reseptor H1 pada sel otot lunak secara utuh.
Mangostin
merupakan tipe baru dari histamin. Toksisitas pemberian ekstrak daun
muda terhadap mencit bunting dengan dosis 500, 1000, dan 1500 mg/kg BB
menunjukkan efek pada fetus berupa penurunan berat badan, terjadinya
perdarahan pada fetus, dan adanya perubahan jaringan hati fetus seperti
nekrosis pada sel hepar, tetapi tidak terjadi kelainan perkembangan dan
aborsi. Ekstrak daun manggis dengan berbagai dosis dapat mengurangi
jumlah sel spermatid, terjadi penambahan jumlah spermatozoa abnormal,
dan lambatnya gerak maju spermatozoa mencit.
Ekstrak
kulit buah yang larut dalam petroleum eter ditemukan dua senyawa
alkaloid. Kulit kayu, kulit buah, dan lateks kering Garcinia mangostana
mengandung sejumlah zat warna kuning yang berasal dari dua metabolit
yaitu alfa-mangostin dan mangostin yang berhasil diisolasi. Mangostin
merupakan komponen utama sedangkan mangostin merupakan konstituen minor.
Ditemukan metabolit baru yaitu 1,3,6,7-tetrahidroksi-2,8-di
(3-metil-2butenil) xanton yang diberi nama a-mangostanin dari kulit buah
Garcinia mangostana.
Buah
manggis digunakan untuk mengobati diare, radang amandel, keputihan,
disentri, wasir, luka/borok. Selain itu, digunakan sebagai peluruh dahak
dan untuk sakit gigi. Kulit buah manggis digunakan untuk mengobati
sariawan, disentri, nyeri urat, sembelit. Kulit batang digunakan untuk
mengatasi nyeri perut. Akar untuk mengatasi haid yang tidak teratur.
Dari segi rasa, buah manggis cukup potensial untuk dibuat sari buah.
Menurut Dr. Berna Elya
Peneliti Manggis Dari Departemen Farmasi Universitas Indonesia
Selain
nangka-nangkaan, komoditas buah yang berkhasiat untuk kesehatan dan
kecantikan adalah manggis yang popular sebagai queen of fruits. Dr.
Berna Elya, periset jurusan Farmasi Universitas Indonesia mengungkapkan
bahwa manggis sebagai antioksidan. Menurut dr. Paulus Wahyudi Halim,
dokter sekaligus herbalis di Tangerang, Banten, antioksidan ‘menangkap’
radikal bebas dan mencegah kerusakan sel sehingga proses degenerasi sel
terhambat.
Disebut
radikal bebas lantaran atom atau kelompok atom itu memang dalam keadaan
bebas alias tidak terikat dengan gugus lain. Radikal bebas mempunyai
elektron yang tak berpasangan. Jika diibaratkan radikal bebas mirip
orang jahat, belum berpasangan, tangan tak terikat sehingga usil
mengambil gambar orang. Faktanya radikal bebas memang menangkap molekul
hydrogen, asam lemak, logam berat yang pada akhirnya memicu beragamnya
penyakit degeneratif.
Antioksidan
itu bagai orang baik yang menangkap si jahat tadi setelah melepas
molekul. Pada kulit manggis, ‘orang baik hati’ itu bernama XANTHONE.
Kadarnya mencapai 123.97 mg per 100 ml. Turunan antioksidan itu antara
lain 3-isomangostin, alphamangostin, gammamangostin dan garcinone A.
Nama
Garcinone A mudah ditebak, nama dari genus pohon asal Kalimantan itu,
Garcinia mangostana. Itu mengabadikan nama ahli botani dari Perancis
Laurent Garcin.
Khasiat
XANTHONE bukan sekedar antioksidan, tetapi juga antikanker seperti
hasil riset Moongkarndi. Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Mahidol
itu menguji XANTHONE dalam riset praklinis dengan SKBR3 alias kultur sel
kanker payudara manusia.
Hasilnya? Ekstrak kulit manggis bersifat antiproliferasi yang kuat
untuk menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu ekstrak itu juga
bersifat apoptosis atau mendukung penghancuran sel kanker.
Chi Kuan
Ho dari Veterans General Hospital dari Taipei mengungkapkan bahwa
turunan XANTHONE mujarab mengatasi sel HCCs hepatocellular carcinomas
atau kanker hati. Turunan XANTHONE itu adalah Garcinone E. Kami
menyarankan bahwa Garcinone E mungkin berpotensi untuk digunakan dalam
perawatan beberapa tipe kanker yang berhubungan dengan pencernaan dan
paru-paru.
MENURUT Dr. Ir. Raffi Paramawati (balai besar pengembangan mekanisme pertanian) ANTI OKSIDAN LUAR BIASA YANG MENANGKAL RADIKAL BEEBAS
Alam
Indonesia sebagai daerah beriklim tropik terbukti sangat cocok untuk
tumbuh dan berkembangnya tanaman manggis. Manggis (Garcinia Masngostana
L) merupakan salah satu komoditas buah yang mempunyai prospek cerah
untuk dikembangkan di berbagai daerah dengan ekologi yang cocok untuk
pertumbuhan manggis. Tanaman manggis secara umum masih dibudidayakan
secara tradisional dan turun temurun, belum banyak sentuhan teknologi
modern, sehingga peluang peningkatan produksi, kualitas dan pemasaran
masih terbuka.
Saat ini
manggis merupakan salah satu primadona ekspor yang menjadi andalan
Indonesia untuk meningkatkan penerimaan devisa negara, karena manggis
digemari di luar negeri. Namun jumlah manggis yang dapat diekspor hanya
10% dari total produksi (60.000 ton). Bagian yang biasanya dikonsumsi
dari buah manggis adalah daging buah, yang mempunyai rasa asam-manis
lezat, yang membuat manggis dijuluki sebagai Ratu Buah (Queen of
Fruits). Namun ternyata bagian yang paling berkhasiat bagi kesehatan
tubuh adalah kulit buah manggis. Dalam kulit terdapat super antioksidan
alami yang dikenal dengan nama XAMthone Plus.
XAMthone
merupakan molekul besar yang terdiri dari berbagai komponen super
antioksidan, misalnya alpha-Mangostin; Garcinone A; beta-Mangostin;
Garcinone B; 3-Isomangostin; Garcinone C; Mangostanol; Garcinone D;
Maclurin; Garcinone E, Catechins and polyphenols, Vitamin C dan
sebagainya.
Antioksidan
diperlukan tubuh untuk untuk mencegah kerusakan akibat serangan
radikal bebas, melalui perlindungan terhadap protein, sel, jaringan dan
organ-organ tubuh. Antioksidan telah terbukti dapat mencegah penuaan
dini (anti aging), mencegah penyakit jantung, mencegah berbagai jenis
kanker, mencegah kebutaan dan meningkatkan kekebalan tubuh. Banyak
antioksidan alami yang terdapat dalam makanan kita, antara lain askorbat
(vitamin C), tokoferol (vitamin E), karotenoid (vitamin A) dan
poliphenol (antioksidan dalam teh dan dedaunan). Namun kesemuanya itu
kemampuannya jauh di bawah XAMthone dari manggis. Sebagai contoh,
antioksidan dalam jeruk mempunyai nilai 2400 ORAC per 100 oz, sedang
XAMthone mempunyai nilai 20.000 ORAC.
XAMthone
Plus juga terbukti mempunyai keunggulan mampu menjelajah seluruh tubuh
untuk menetralkan radikal bebas, sehingga tubuh kita menjadi lebih
bersih dan lebih sehat daripada sebelumnya. Selain itu, XAMthone
mempunyai sifat sebagai antikanker, antiinflammatory, antimikroba,
antialergi, menurunkan cholesterol, tekanan darah dan kadar gula, serta
membantu menyembuhkan penyakit degeneratif (jantung, stroke, katarak)
dan masih banyak lagi.
Saat ini
ekstrak XAMthone dari manggis telah diproduksi dengan merek XAMthone
plus. Produk dalam bentuk minuman suplemen ini baru pertama kali
diproduksi di Indonesia dalam skala industri. XAMthone Plus adalah
estrak buah manggis yang dikombinasikan dengan rosella, madu,anggur dan
apel sehingga memberikan rasa sensasional, sehingga cocok disebut
sebagai minuman suplemen generasi baru. Dalam aplikasinya pada pengguna,
XAMthone Plus terbukti mampu memberikan reaksi cepat dalam mematikan
penyakit akibat mikroba (bakteri, fungi, virus, parasit) dan secara
signifikan mampu memperbaiki sistem dalam tubuh (menormalkan kandungan
gula dalam darah, tekanan darah, kolesterol, asam urat dan sebagainya).
Bahkan bukti spektakuler terjadi pada kesembuhan beberapa penderita
stroke, penurunan fungsi ginjal, kanker payudara, leukemia dan masih
banyak lagi. mampu meningkatkan stamina dan kekebalan, disamping akan
melindungi tubuh dari penyakit degeneratif
Kali
pertama saya meneliti buah manggis terjadi pada bulan Oktober 2004.
Sebelumnya, saya sama sekali belum pernah mendengar tentang buah manggis
atau xanthone, sehingga saya sangat antusias untuk segera memulai
penelitian (karena pencegahan dan kesehatan tubuh adalah spesialisasi
medis saya). Saya pergi ke Medscape (sebuah sumber online untuk para
pakar kesehatan) dan segera melakukan pencarian Medline pada xanthone
dan buah manggis, dan hasilnya membuat saya terkejut.
Berdasarkan
faktanya, saya menemukan lebih dari seribu artikel tentang xanthone
dan dua puluhan tentang buah manggis. Saya mendapati bahwa struktur
xanthone stabil, terdiri atas tiga lapisan molekul karbon, dan saya
menemukan lebih dari 40 jenis xanthone ternyata terdapat dalam buah
manggis. Kebanyakan dari xanthone ini terkandung dalam kantung benih
atau kulit luar buah manggis.
Apabila
saya menelusuri semua informasi yang tersedia, hal tersebut sangat
memakan waktu dan mustahil dilakukan dalam tempo waktu yang secukupnya.
Oleh karena itu, saya mengecilkan pencarian klinis saya menjadi lebih
spesifik sesuai dengan tujuan saya. Pencarian ini menemukan beberapa
artikel yang mendukung, antara lain: 1) daya potensial anti-oksidan, 2)
sifat anti luka bakar, 3) sifat anti bakteri, 4) sifat anti tumor, dan
pada beberapa kasus bahkan apoptosis (kematian sel-sel tumor). Sejak
saat itu, saya menempatkan buah manggis dalam penelitian saya. Saya
bahkan mulai mengkonsumsinya, dan menuliskan resep serupa kepada
beberapa kelompok pasien (banyak di antaranya yang saya harapkan
perkembangan kondisi kesehatannya). Apabila hasilnya terbukti dan ilmu
pengetahuan serta pengalaman klinis pribadi dapat memperkuat penelitian
saya, saya pasti memperluas rekomendasi buah manggis ini.
Sebagai
percobaan awal, saya menggunakan lima pasien saya berserta saya dan
istri saya sebagai percobaan mengonsumsi jus buah manggis, dan hasilnya
luar biasa. Yang paling memukau saya adalah efeknya yang anti luka
bakar, mengurangi bengkak dan rasa sakit. Ini semua kami rasakan pada
bulan percobaan pertama kami. Oleh karena itu, saya mulai
merekomendasikan buah manggis untuk berbagai gejala penyakit dan
penyakit. Penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh seperti
rheumatoid arthritis (luka bakar akut pada sendi), lupus, dan psoriaris,
terlihat menunjukkan kemajuan medis yang luar biasa. Di samping itu,
para pasien kami mengalami pengurangan bengkak dan rasa sakit, serta
meningkatnya energi/vitalitas tubuh. Kami mendokumentasikan hasil tes
laboratorium yang telah diperbaharui, seperti berkurangnya kisaran
pengendapan eritrosit (sel darah merah), antibodi anti nuklir, dan
faktor-faktor rheumatoid (persendian). Masalah kulit kronis seperti
eczema dan dermatitis, terlihat semakin membaik pada banyak pasien kami,
sehingga secara total menghilangkan ketergantungan pemakaian steroid
topical dalam banyak kasus yang terjadi. Kaum pria dengan penyakit
prostat yang tidak dapat disembuhkan dilaporkan terjadi pengurangan
nocturia (jumlah frekuensi mereka terbangun tengah malam untuk buang air
kecil). Sebagai bahan pendukungnya, saya melihat sendiri berkurangnya
tekanan darah di beberapa antigen tertentu kelenjar prostat. Sakit
Osteorthritis dan gejala fibromyalgia tidak seratus persen sembuh dari
kebanyakan pasien, tapi menunjukkan kemajuan yang bagus dalam proses
penyembuhan.
Saya
ingin berbagi kepada Anda tentang beberapa kasus menarik dan
mengejutkan. Yang satu adalah perempuan berusia 83 tahun yang mengalami
kegagalan ginjal dengan kadar creatitine 24 (pada angka 20 dibutuhkan
terapi dialysis). Dia mulai mengikuti kelas dialysis dan bersiap diri
dalam menghadapi terapi tersebut. Setelah mengkonsumsi buah manggis
selama satu bulan, kadar creatitine-nya meningkat menjadi 49, sehingga
dia tidak perlu menjalani terapi dialysis. Selain itu, saya juga
memiliki beberapa pasien lain yang menunjukkan kemajuan dalam fungsi
ginjal. Pada kebanyakan kasus, penggunaan buah manggis sudah banyak
mengurangi ketergantungan mereka (para pasien) atas pengobatan diuretic
(water pill).
Sedangkan
untuk saya, kepadatan mineral tulang saya sendiri berubah dari
penderita osteopenia menjadi orang normal rata-rata, setelah
mengkonsumsi buah manggis selama satu tahun. Terus terang, ini kejutan
yang menyenangkan bagi saya. Setelah itu, saya mencatat beberapa
kemajuan kepadatan tulang di catatan medis pasien saya. Perubahan dalam
kepadatan tulang secara perlahan terjadi, dan biasanya hanya ditemukan
setiap satu atau dua tahun sekali. Saya optimis bahwa kami pasti dapat
menemukan lebih banyak hasil bagus pada masa mendatang.
Seringkali
saya ditanyakan tentang apa yang menjadi manfaat terbesar yang
ditawarkan buah manggis. Dari semua yang sudah saya paparkan sejauh ini,
mungkin saja Anda berpikir bahwa jawaban saya terhadap pertanyaan
tersebut adalah respons pasien dengan penyakit sistem kekebalan tubuh.
Sebenarnya, saya justru sering berkomentar bahwa jika Anda ingin melihat
hasil yang “wah”, cari seseorang yang bermasalah dengan sistem
kekebalan tubuh, dan mulailah pengkonsumsian buah manggis kepada mereka.
Akan tetapi, saya berpendapat bahwa tindakan pencegahan merupakan
manfaat terbesar dari pengkonsumsian buah manggis. Saya sepenuhnya yakin
bahwa bukti-bukti yang ada dengan jelas mengarah kepada semua penyakit
yang berkaitan dengan penuaan secara langsung atau tidak langsung
sebagai akibat dari oksidasi berlebihan, luka bakar yang tak terkontrol,
atau rusaknya sistem kekebalan tubuh. Seperti yang telah saya katakan
sebelumnya, buah manggis memiliki efek yang sangat besar atas
penyakit-penyakit itu. Buah manggis merupakan satu-satunya suplemen
pencegahan yang paling kuat yang tersedia untuk kita saat ini. Saya
terus mengkonsumsi vitamin dan mineral saya, bersamaan dengan jus
manggis. Saya menyarankan hal yang serupa kepada semua pasien saya, dan
di beberapa kasus saya menyarankan suplemen tambahan untuk menghindari
resiko berbagai penyakit. Pendekatan terhadap berbagai macam faktor
seringkali adalah yang terbaik.2,3,4,5,6,8,12,15.
Berhubung
profesi dan spesialisasi saya, saya sering menerima pertanyaan yang
membutuhkan jawaban dari seorang pakar. Dalam meresponsnya, saa ini Fifi
Cheek dan saya bekerjasama mengadakan konferensi bulanan untuk
menyediakan pertanyaan dan jawaban yang berhubungan dengan manfaat buah
manggis. Seringkali pertanyaan yang datang berputar sekitar dosis, dan
dalam meresponsnya saya mengarang sebuah buku yang berjudul :
Mangosteen: Dosing Guidelines&Basics, yang tersedia di website
www.mangosteentools.com
www.mangosteentools.com
Zaman
dahulu , masyarakat asia tenggara sudah merasakan manisnya buah
manggis yang istimewa itu. Rasanya yang lezat bukan hanya berperan
sebagai pemanis di mulut, tetapi juga menyembuhkan penyakit disentri,
peradangan, nyeri, dll. Otot dan Tulang memiliki masalah yang sama,
yakni peradangan. Hormon prostaglandin penyebab rasa nyeri dan
peradangan . Tahun 1981 saya mengalami cedera punggung. Dua puluh tahun
saya terapi chiropractic, namun rasa nyeri tetap ada. Suatu ketika
saya mersakan jus manggis dan ini awal perubahan kesehatan, hidup dan
pekerjaan saya.Saya rekomendasikan para pasien saya dan hasilnya
menakjubkan. Sekarang saya sudah terbebas dari obat-obatan kimiawi dan
sepenuhnya lepas dari rasa nyeri yang saya derita sepanjang 21 tahun
terahir. Buah manggis pencegah penyakit yang sempurna.
Khasiat
XAMthone lain sebagai antibakteri dan antivirus sebagaimana hasil riset
Matsumoto. Dalam uji invitro, periset Gifu International Institute of
Biotechnology itu membuktikan XAMthone tokcer mengatasi Mycobacterium
tuberculosis, bakteri penyebab tuberculosis (TB).
Dalam hal
jumlah pengidap TBC, saat ini di Indonesia peringkat ke-3 setelah Cina
dan India. Padahal obat anti TBC berserakan di negeri ini. Keperkasaan
XAMthone juga melibas human immunodeficiency virus penyebab anjloknya
kekebalan tubuh. Senyawa itu menghambat replikasi.
Faedah
lain manggis adalah anti jerawat. Itu gara-gara Chomnawang, periset
Fakultas Farmasi Universitas Mahidol, membuktikan manggis bersifat
antibakteri. Dalam riset itu ekstrak kulit manggis menghambat
perkembangan bakteri Propionibacterium acnes and Staphylococcus
epidermidis. Remaja perempuan mungkin paling membenci kedua makhluk
liliput itu.
Gara-gara
bakteri mungil itu, pipi mereka bertabur jerawat. Chomnawang mengukur
efek antikroba dengan 2 cara, disc diffusion dan broth dilution. Yang
disebut pertama berarti mengukur efek antikroba dengan 2 cara, disc
diffusion dan broth dilution. Yang disebut pertama berarti mengukur efek
melawan bakteri yang tumbuh di dalam kultur dengan media agar metode
broth dilution, dengan media kaldu. Hasilnya ekstrak paling kuat
menghambat perkembangan bakteri penyebab jerawat. Kulit buah anggota
famili Cluciaceae itu mengungguli ketepeng senna alata, kirinyu
Eupatorium odoratum, dan landik Barleria lupulina.
Begitu
lebar tabir manggis yang tersingkap. Sayang, di tanah leluhurnya sang
eksotis berjuluk ratu buah itu, belum banyak dimanfaatkan. Mungkin
sebaliknya di mancanegara. Selama ini negara-negara maju seperti Uni
Emirat Arab, Hongkong dan Belanda mengimpor manggis asal Indonesia.
Badan Pusat Statistik mencatat volume ekspor Indonesia pada 2004 lebih
dari 3 ribu ton dari total produksi 62.117 ton. Setahun kemudian volume
ekspor melambung 8.472 ton, produksi 64.711 ton.
Boleh
jadi tak Cuma daging buah kaya vitamin C-66 mg-yang mereka nikmati,
tetapi juga kulit nan multikhasiat. Antikanker, antioksidan, mujarab
mengatasi jantung koroner, mengatasi HIV, cuma sebagian kecil dari
khasiat kulit yang selama ini menghiasi tong sampah. Tabir yang
menyelimuti jack dan queen tersingkap. Di rimba raya sana terdapat
banyak komoditas yang masih menjadi misteri, dan manggis adalah sebuah
misteri alam untuk kebaikan manusia.
ALTERNATIF
lain mendapatkan antioksidan guna mencegah perusakan sel yang
disebabkan radikal bebas adalah buah manggis. Buah eksotis yang sering
dijuluki queen of fruit ini ternyata memiliki banyak kandungan
antioksidan pada kulit dan buahnya.
Dari
hasil suatu penelitian, buah asli Asia Tenggara ini dapat menghasilkan
xanthone, yaitu zat yang terbentuk dari hasil isolasi kulit buah
manggis. Kadarnya mencapai 123,97 mg per ml. Xanthone mempunyai
aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.
Penelitian
xanthone telah dimulai sejak tahun 1970 dan hingga kini telah
ditemukan lebih dari 40 jenis xanthone, di antaranya adalah
alpha-mangostin dan gamma mangostin yang dipercaya memiliki kemampuan
mencegah berbagai penyakit. Kedua jenis xanthone tersebut dapat
membantu menghentikan inflamasi (radang) dengan cara menghambat
produksi enzim COX-2 yang menyebabkan inflamasi.
Penelitian
lain menunjukkan bahwa gamma-mangostin mempunyai efek anti radang
lebih baik daripada obat antiinflamasi lain yang dijual di pasaran.
Xanthone jenis ini dapat menghindarkan berbagai penyakit yang
disebabkan peradangan, seperti artritis dan alzheimer (merupakan salah
satu penyakit disfungsi otak).
Xanthone
juga bermanfaat mencegah pertumbuhan sel kanker dan tumor. Kemampuan
antioksidannya bahkan melebihi vitamin C dan E yang selama ini dikenal
sebagai antioksidan yang paling efektif. Kandungan alpha-mangostin dan
gamma-maostin pada buah manggis juga bersifat sebagai antibakteri.
Alpha-magodtin juga diketahui mempunyai efektivitas yang sama baiknya
dengan antibiotika yang berada di pasaran seperti amphicillin dan
minocycline.
Manggis
merupakan komoditas buah yang berkhasiat untuk kesehatan dan kecantikan
karena memiliki antioksidan yang menangkap radikal bebas dan mencegah
keruakan sel sehingga proses degenerasi sel terhambat. Tidak cuma daging
buah manggis yang kaya vitamin C-66 mg, tetapi juga kulit yang multi
khasiat yaitu antikanker, antioksidan, mujarab mengatasi jantung
koroner, HIV, dan sebagainya.
Ekstrak
kulit manggis bersifat antiproliferasi untuk menghambat pertumbuhan sel
kanker. Selain itu ekstrak itu juga bersifat apotosis penghancur sel
kanker. Xanthone mampu merawat beberapa jenis penyakit kanker seperti
kanker hati, pencernaan, paru-paru dan sebagainya. Xanthone dalam kulit
manggis juga ampuh mengatasi penyakit tuberkulosis (TBC), asma,
eukimia, antiinflamasi, dan antidiare.
Penelitian
terbaru menemukan satu dari empat rakyat Amerika Serikat mengidap
kanker dan 1 dari 5 orang akan meninggal pada usia dini. Solusi terbaik
dari masalah ini adalah pencegahan. Konsumsi manggis secara rutin
membuat awet muda karena antioksidan super yang berfungsi menjaga serta
memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan menjadi lebih baik. Manggis
membantu menghancurkan semua penyakit dalam tubuh dan memperbaiki sistem
antibodi dalam tubuh.
dikutip dari: lampung post
Penelitian
tentang xanthone telah dimulai sejak tahun 1970 dan hingga saat ini
telah ditemukan lebih dari 40 jenis xanthone, diantaranya adalah
alpha-mangostin dan gamma mangostin yang dipercaya memiliki kemampuan
mencegah berbagai penyakit. Kedua jenis xanthone tersebut dapat membantu
menghentikan inflamasi (radang) dengan cara menghambat produksi enzim
COX-2 yang menyebabkan inflamasi.
Penelitian
lain menunjukkan bahwa gamma-mangostin mempunyai efek anti radang
lebih baik daripada obat antiinflamasi lain yang dijual di pasaran.
Xanthone jenis ini dapat menghindarkan berbagai penyakit yang
disebabkan oleh peradangan, seperti artritis dan alzheimer (merupakan
salah satu penyakit disfungsi otak).
Xanthone
juga bermanfaat mencegah pertumbuhan sel kanker dan tumor. Kemampuan
antioksidannya bahkan melebihi vitamin C dan E yang selama ini dikenal
sebagai antioksidan yang paling efektif.
Kandungan
alpha-mangostin dan gamma-maostin pada buah manggis juga bersifat
sebagai anti bakteri. Alpha-magodtin juga diketahui mempunyai
efektivitas yang sama baiknya dengan antibiotika yang berada di pasaran
seperti amphicillin dan minocycline.
Sebuah
studi di Singapura menunjukkan bahwa sifat antioksidan pada buah
manggis jauh lebih efektif dibandingkan dengan durian dan rambutan. Source (http://tubuhsehat.blogdetik.com/category/buah-manfaatnya/)
Kajian
terkini melalui sains telah membuktikan khasiat dan kelebihan buah
manggis dengan penemuan sejenis bahan aktif di dalam buah manggis yang
dikenali sebagai xanthone. Xanthone ialah suatu bahan kimia aktif dengan
strukturnya yang terdiri 3 cincin dan ini menjadikannya sangat stabil
ketika berada dalam badan. Struktur ini menjadikannya sangat stabil
dalam keadaan panas atau dingin. Terdapat lebih dari 200 jenis bahan
xanthone di alam tetapi lebih dari 40 jenis xanthone terdapat dalam
buah manggis dan ini merupakan kandungan yang terbanyak.
Khasiat
terbaik dari xanthone ialah ianya bersifat anti-oksidan yaitu
menghambat proses oksidasi atau proses penuaan tubuh/sel tubuh. Xanthone
akan melindungi sel dan mengurangi kerusakan pada sel akibat radikal
bebas. Selain bermanfaat sebagai anti-oksidan, buah manggis juga
berkhasiat sebagai antibakteri, anti-kanker, dan anti-radang. Bagian
lain yang bermanfaat adalah kulit buahnya. Kulit manggis menghasilkan
warna merah keunguan, dan amat sulit dibersihkan. Karena mengandung
tanin, resin, dan crystallizable mangostine (C20H22O5), yang mudah
larut dalam alkohol atau ether, tidak larut dalam air. Kulit manggis
amat berkhasiat untuk membuang asam ureat di dalam tubuh yang berguna
bagi penderita reumatik/gout. (source dari http://tanpapena.blogspot.com/2009/06/khasiat-buah-manggis.html)
Jika membutuhkan Informasi lebih lanjut dan bermaksud melakukan pemesanan XAMthone plus bisa menghubungi kami
*Dian Eka Sri Sugiharti, SP No Hp 081312907164 atau
*Farid Fitriadi, SP No Hp 085324551105
Jika membutuhkan Informasi lebih lanjut dan bermaksud melakukan pemesanan XAMthone plus bisa menghubungi kami
*Dian Eka Sri Sugiharti, SP No Hp 081312907164 atau
*Farid Fitriadi, SP No Hp 085324551105


09.53
farid

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar